Peristiwa Alam Yang Baik dan Yang Buruk

30 06 2008

Kadang alam ini dengan berbagai peristiwanya, bisa memberikan keindahan yang luar biasa.

Seperti gambar di bawah ini, jika diperhatikan seperti gunung yang sedang memakai topi.

Tetapi dilain sisi, ada sesuatu pemandangan yang bisa dibilang menakjubkan bagi kita, tetapi tidak bagi orang yang berada di dekatnya. Karena pemandangan tersebut adalah sebuai badai yang sedang mengamuk di tengah laut.

Lalu jika ada ingin memilih, manakah yang ingin di rasakan ? Melihat pemandangan gunung yang indah atau melihat badai di dekat kita ?





How to get Free WiFi access anywhere, anytime

16 06 2008

Ada ada saja cara untuk mendapatkan gratis.

Seperti yang dicontohkan di bawah ini :

Software ini berguna jika kita ingin melakukan scanning AP di sekitar kita. Untuk software dapat di download di SINI





How to Increase Your Wi-Fi Signal

16 06 2008

Berikut adalah cara untuk meninggikan signal WI-FI :





Video Aksi Geng Nero

16 06 2008

Satu lagi geng yang ketahuan bertindak kasar. Setelah sebelumnya heboh dengan berita geng motor di Bandung, sekarang sedang hangat berita Geng Nero di daerah Pati.

Anehnya, untuk geng nero ini yang melakukan adalah semuanya wanita dan masih duduk di kelas 1 SMA.

JIka ini terjadi di kota besar seperti Jakarta, mungkin kita masih bisa melihat karena ini gejala metropolitan, tetapi yang cukup mengagetkan adalah kejadian tersebut berada di sebuah kota kecil. Sepertinya hal ini harus cepat di antisipasi oleh pemerintah terutama terhadap tontonan televisi yang semakin vulgar. Seperti video kekerasan tersebut dapat dipertontonkan di televisi nasional tanpa adanya sensor. Maka jangan heran, jika kedepannya akan hadir geng nero lainnya.

Berikut adalah cuplikan dari Geng Nero tersebut.

Berikut juga adegan lain yang disinyalir masih ada kaitannya dengan Geng Nero :





Bosan dengan HP yang kecil ?

16 06 2008

Seorang pria berkebangsaan Cina mencoba untuk memecahkan rekor dunia dengan membuat sebuah ponsel terbesar yang benar-benar dapat bekerja dengan baik. Pria tersebut, Mr.Tan dari kota Songyuan, mengatakan ponselnya yang memiliki tinggi 3 kaki dengan bobot 48 libs, benar=benar mirip dengan ponsel aslinya, hanya saja 620x lebih besar.

Seorang wartawan mencoba membuat panggilan dengan ponsel raksasa tersebut dan mengirim pean SMS, dan hasilnya ternyata ponsel itu memang dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya, seperti yang dilaporkan City News.

Mr. Tan juga mengatakan ponsel itu dibekali segudang fitur seperti yang asli, contohnya kamera digital dan akses internet. Namun untuk sementara ponsel masih harus dicolokkan ke listrik karena ia belum membuat baterai yang cukup besar yang sekaligus dapat bertahan lama. Satu hal lagi yang ditambahkan Mr.Tan, ia juga tidak membuat fungsi getar pada ‘fotokopi’ dari tipe Nokia 6670 itu.





Miracle man walks again

13 06 2008

Miracle man walks again

He survived against all the odds; now Peng Shulin has astounded doctors by learning to walk again.

When his body was cut in two by a lorry in 1995, it was little short of a medical miracle that he lived.

Peng Shulin, wearing new trainers, works on learning to walk again

took a team of more than 20 doctors to save his life.

Skin was grafted from his head to seal his torso – but the legless Mr Peng was left only 78cm (2ft 6in) tall.

Bedridden for years, doctors in China had little hope that he would ever be able to live anything like a normal life agan.

The bionic legs mimic the way Peng’s limbs would have worked

But recently, he began exercising his arms, building up the strength to carry out everyday chores such as washing his face and brushing his teeth.

Doctors at the China Rehabilitation Research Centre in Beijing found out about Mr Peng’s plight late last year and devised a plan to get him up walking again.

They came up with an ingenious way to allow him to walk on his own, creating a sophisticated egg cup-like casing to hold his body with two bionic legs attached to it.

He has been taking his first steps around the centre with the aid of his specially adapted legs and a resized walking frame.

Mr Peng, who has to learn how to walk again, is said to be delighted with the device.

To Mr Peng and En Amri, we salute you for your courage!

6 Nails Driven Into Head – California Man’s Survival


Nail Gun Accident’s “Miracle Man”

LOS ANGELES, California (JP) – A construction worker who had six nails driven into his head by a high-powered nail gun on April 19, 2004, is expected to make a full recovery.

Isidro Mejia (ee-SEE-dro may-HEE-yuh), 39, was atop wooden trusses, helping to secure the house frame, when he fell from the roof onto a co-worker who was using the nail gun on the second floor. The two men tried to grab each other to keep from falling, but both fell 15 feet to the ground. At some point, the compressed-air nail gun discharged and drove the 3 ½-inch nails into Mejia’s face, neck and skull.

Four of the nails penetrated Mejia’s skull – three entering his brain, and one coming within centimeters of his brain stem. A fifth nail pierced his vertebral column while the sixth went through his face. Doctors said the nails barely missed his spinal cord, preventing paralysis or death.
Mejia remembered a “shock” to the back of his neck and little else before passing out. He was comatose when he was airlifted to the Providence Holy Cross trauma center (Mission Hills) where he was operated on, with removal of five of the nails. The sixth nail in Mejia’s face was removed four days later after the swelling went down.
Dean Fryer (of California’s Division of Occupational Health and Safety) is investigating the accident to check whether the safety mechanism on the nail gun may have been altered to allow it to fire rapidly.
Mejia’s speech is slow, his face is numb and he walks with minimal assistance, but his progress has been “remarkable,” said neurosurgeon Dr. Rafael Quinonez. Doctors said it is “amazing and miraculous” that he survived, and that they expect Mejia to fully recover after rehabilitation therapy.
Police sergeant Ken Kyle stated, “It was a bizarre accident – one of the freakiest I have ever seen.”

joe-ks.com thinks that he hit the nail right on the head…
www.joe-ks.com/archives_may2004/6_Nail_Head.htm





Jadi Boss Pengemis Bisa Beli CRV

13 06 2008
Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

***

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti… (ded/aza)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=5373





Miyabi akan seperti Asia Carera ?

13 06 2008

Bagi rekan rekan yang sering menonton film baik baik khusus dewasa, pasti mengenal nama wanita cantik ini. Dan bagi yang belum, coba deh cari tau pelan pelan buat mengenalnya :)

Nama Miyabi begitu terkenalnya dikalangan para lelaki dan wanita yang menyukai film perang dewasa tersebut, bahkan mungkin sudah menjadi ikon. Hanya dengan menyebutkan mau menonton film atau mencari film, cukup bilang kata miyabi, maka kita bisa langsung tahu maksud dari si pencari film tentang film apa yang diingininya.

Pada jaman sebelum Miyabi terkenal, sudah lebih dahulu melegenda adalah Asia Carera yang namanya begitu melegenda dan menjadi artis terfavorit dari Vivid video. Dan akhirnya karena terlalu banyaknya film yang dimainkan, artis tersebut akhirnya meninggal dikarenakan terkena penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya, yaitu AIDS.

Dan akhir akhir ini gencar beredar gosip bahwa Miyabi pun sudah mulai terkena penyakit tersebut dan bahkan ada yang bilang sudah meninggal. Tetapi seperti pendahulunya Asia carera, dunia perfileman perang dewasa ini selalu mendapatkan pemain baru yang akan menjadi idola.

Jadi ada yang bilang, dunia perfileman dewasa selalu berputar. Dulu Asia Carera menjadi idola, kemudian menderita sakit dan meninggal, dan kemudian menyusul miyabi menjadi idola, juga akan timbul miyabi miyabi generasi selanjutnya. Selama tawaran untuk mendapatkan kemewahan dengan cara singkat ini terus bergulir, maka kita akan dengan mudahnya menemukan generasi miyabi yang lebih cantik di masa depan.

Begitulah kerasnya kehidupan ini, sehingga banyak yang tidak tahan akan penderitaan yang didapat kemudian menjalani cara singkat. Padahal penderitaan tersebut didapatkan dari hasil perbuatannya sendiri.





Lagu Geby = Lagu jauhnya Caramell ?

10 06 2008

Saat ini ternyata sebuah portal berita detik.com juga sedang gencar mencari tahu mengenai siapa pencipta dan penyanyi asli dari lagu yang menghebohkan tersebut.

Sedikit demi sedikit sepertinya mulai terkuak siapa pencipta lagu tersebut. Ternyata lagu tersebut adalah ciptaan dari Pay, seorang personil dari grup band Caramell di makasar.

Lalu kenapa bisa menjadi Geby yang terkenal daripada band aslinya ? Ini juga masih misteri yang belum terpecahkan.

Dan untuk group band Caramell Mungkin perlu dipikirkan juga oleh grup band tersebut, ternyata nama geby lebih menjual daripada nama caramell, sehingga apakah sebaiknya nama bandnya diganti aja jadi Geby Band ?





Mau Lihat kondisi Jakarta ?

10 06 2008

Jakarta memang kota metropolitan. Indikasinya adalah banyaknya gedung gedung tinggi berdiri dan yang menjadi ciri khasnya adalah jalanan yang macet di waktu berangkat kerja dan pulang kerja.

Banyak profresional muda yang mempunyai kendaraan pribadi harus pintar pintar bersiasat untuk mengakali jalanan yang macet ini agar tidak menyedot bbm yang banyak.

Beberapa cara adalah dengan membeli apartemen yang mulai marak di tengah kota. Tetapi kendala dari apartemen tersebut adalah dari sisi harga dan biaya maintenance yang tinggi, sehingga masih banyak profesional muda yang tetap memilih pulang pergi dari rumahnya yang kebanyakan berada di daerah penyangga ibukota.

Untuk itu betapa pentingnya jika kita dapat melihat kemacetan di Jakarta dari internet. Dan ternyata saat ini kita sudah dapat melihatnya secara live streaming untuk beberapa daerah ibukota. Dan mungkin live streaming tersebut dapat sedikit membantu untuk kita mengatur jadwal pulang agar tidak terkena macet yang parah.

Live streaming tersebut dapat diliat di Live Streaming Jakarta

Nah, apakah membantu ?