PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA Bag.1

3 06 2008


1. Tri Ratna

Seorang telah menjadi umat Buddha bila ia menerima dan mengucapkan Tri Ratna (Skt) atau Tiga Mustika (Ind) yang berarti Buddha, Dharma, Sangha. Pada Saat sembahyang atau kebaktian di depan altar Hyang Buddha. Tri Ratna secara lengkap diucapkan dengan tenang dan khusuk sampai tiga kali atau disebut Trisarana. Trisarana adalah sebagai berikut:

Bahasa Sansekerta :

Buddhang Saranang Gacchami
Dharmang Saranang Gacchami
Sanghang Saranang Gacchami

Dwipanang Buddhang Saranang Gacchami
Dwipanang Dharmang Saranang Gacchami
Dwipanang Sanghang Saranang Gacchami

Tripanang Buddhang Saranang Gacchami
Tripanang Dharmang Saranang Gacchami
Tripanang Sanghang Saranang Gacchami

Bahasa Indonesia :

Aku Berlindung kepada Buddha
Aku Berlindung kepada Dharma
Aku Berlindung kepada sangha

Kedua kali Aku Berlindung kepada Buddha
Kedua kali Aku Berlindung kepada Dharma
Kedua kali Aku Berlindung kepada sangha

Ketiga kali Aku Berlindung kepada Buddha
Ketiga kali Aku Berlindung kepada Dharma
Ketiga kali Aku Berlindung kepada sangha

1.1. Buddha

Berasal dari bahasa Sansekerta budh berarti menjadi sadar, kesadaraan sepenuhnya; bijaksana, dikenal, diketahui, mengamati, mematuhi. (Arthur Antony Macdonell, Practical Sanskrit Dictionary, Oxford University Press, London, 1965).

Tegasnya, Buddha berarti seorang yang telah mencapai Penerangan atau Pencerahan Sempurna dan Sadar akan Kebenaran Kosmos serta Alam Semesta. “Hyang Buddha” adalah seorang yang telah mencapai Penerangan Luhur, cakap dan bijak menuaikan karya-karya kebijakan dan memperoleh Kebijaksanaan Kebenaraan mengenai Nirvana serta mengumumkan doktrin sejati tentang kebebasan atau keselamatan kepada dunia semesta sebelum parinirvana.

Hyang Buddha yang berdasarkan Sejarah bernama Shakyamuni pendiri Agama buddha. Hyang Buddha yang berdasarkan waktu kosmik 1) ada banyak sekali dimulai dari Dipankara Buddha.

1.2. Dharma

Hukum Kebenaran, Agama, hal, hal-hal apa saja yang berhubungan dengan ajaran agama Buddha sebagai agama yang sempurna.

Dharma mengandung 4 (empat) makna utama :
1. Doktrin
2. Hak, keadilan, kebenaran
3. Kondisi
4. Barang yang kelihatan atau phenomena.

Buddha Dharma adalah suatu ajaran yang menguraikan hakekat kehidupan berdasarkan Pandangan Terang yang dapat membebaskan manusia dari kesesatan atau kegelapan batin dan penderitaan disebabkan ketidakpuasan. Buddha Dharma meliputi unsur-unsur agama, kebaktian, filosofi, psikologi, falsafah, kebatinan, metafisika, tata susila, etika, dan sebagainya.
Tripitaka Mahayana termasuk dalam Buddha Dharma.

1.3. Sangha

Persaudaraan para bhiksu, bhiksuni (pada waktu permulaan terbentuk). Kemudian, ketika agama Buddha Mahayana berkembang para anggotanya selain para bhiksu, bhiksuni, dan juga para umat awam yang telah upasaka dan upasika dengan bertekad pada kenyataan tidak-tanduknya untuk menjadi seorang Bodhisattva, menerima dan mempraktekkan Pancasila Buddhis ataukah Bodhisattva Sila.

Bhiksu (sebutan untuk lelaki) dan bhiksuni (sebutan untuk perempuan) adalah seseorang yang kehidupanya sudah tidak lagi mencampuri urusan duniawi, telah menjalankan kehidupan suci, dan patuh serta setia menghayati dan mengamalkan Buddha Dharma, patuh menjalankan Pratimoksa (Sila-sila untuk para bhiksu dan bhiksuni) terdapat di dalam buku Buddha Mahayana yakni Pacchimovada Pari Nirvana Sutra terjemahan oleh Kumarajiva.

Arya Sangha

Semata-mata terdiri dari para Bodhisattva yang telah memasuki tingkat kedua atau lebih mengenai Jalan Penerangan atau Pencerahan Tertinggi. Sebagian dari para Bodhisattva mungkin kehidupannya sebagai bhiksu dan lainnya sebagai umat awam. (A Survey of Buddhism, Bab : The Mahayana Sangha, hal : 263-267).

Di kutip dari : http://www.forumbuddha.com


Actions

Information

6 responses

17 11 2008
bodhicahyana

bagus kk blog na..
visit blog gw ya.. bodhicahyana.wordpress.com
ditgu hehe

27 12 2008
lestari

ape maksud persaudarann dalam agama buddha…sy ingin tahu….

3 02 2009
j3mpol

kalau menurut saya, persaudaraan dalam agama Buddha ( ini dalam bentuk global ya..) adalah rasa saling mengasihi antara sesama makhluk hidup.
Seperti kutipan sutta di bawah ini :
“Makhluk yang apa pun juga, yang lemah dan kuat tanpa kecuali, yang panjang atau besar, yang sedang, pendek, kecil, atau gemuk, yang tampak atau tak tampak, yang jauh ataupun dekat, yang telah lahir atau yang akan lahir, Semoga semua makhluk berbahagia”.
(Sutta Nipata 146 – 147).

27 05 2009
sonny

Seorang umat buddha adalah siapa saja yang bisa menjaga pikiran ucapan dan perbuatannya, tidak peduli apakah ia mengenal tentang sang buddha dan ajarannya atau tidak. Siapa pun yang melaksanakan kebenaran dan kebaikan apapun agamanya bahkan tidak beragama sekalipun adalah seorang buddhis yang sejati. Semoga kita dapat menjadi seorang Buddhis yang sejati yang dapat membuat dunia ini lebih baik.

27 05 2012
pieter

renungan yg sangat bagus,itulah sifat universal yg sesungguhnya tanpa ikatan nama dan gelar.

28 05 2009
sonny

YANG DIMAKSUD DENGAN UMAT BUDDHA ADALAH SIAPA SAJA YANG BISA MENGENDALIKAN PIKIRAN UCAPAN DAN PERBUATANNYA. UMAT BUDDHA BUKANLAH SEORANG YANG RAJIN DATANG KE VIHARA ATAU HAFAL PARITTA DI LUAR KEPALA ATAU YANG SUDAH DITISARANA DAN PUNYA NAMA BUDDHIS YANG PANJANG N BAGUS ARTINYA. SEORANG UMAT BUDDHA ADALAH SIAPAPUN YANG MENGHARGAI KEHIDUPAN, BERBUAT BAIK UNTUK KEPENTINGAN SESAMA, POKO KE JANGAN BERBUAT JAHAT, TAMBAH KEBAJIKAN N SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN DAN INI BERLAKU BAGI SIAPA SAJA TANPA MEMBEDAKAN SUKU AGAMA RAS MESKIPUN IA TIDAK MENGENAL SOSOK “BUDDHA” DAN AJARANNYA, ITULAH UNIVERSALITAS DLM BUDDHISME.PEACE EUY…. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: