PENGERTIAN DASAR BUDDHA DHARMA Bag.3

4 06 2008
  • Apa itu derita atau penderitaan (Duhkha) ?

– Hidup dalam bentuk apa pun dialam samsara ini adalah derita atau penderitaan (Duhkha),
– Penderitaan (Duhkha) berarti juga :kesedihan, keluh-kesah, sakit atau kesakitan, kesusahan, dan putus asa yang sering dialami oleh jasmani maupun batin kita,
– Dilahirkan, Usia tua, sakit, meninggal adalah penderitaan.
– Berhubungan atau berkumpul dengan orang yang tidak disukai adalah penderitaan,
– Berpisah atau ditinggalkan oleh orang yang dicintai adalah penderitaan,
– Tidak memperoleh apa yang kita inginkan atau tidak mencapai apa yang kita cita-citakan adalah penderitaan,
– Masih memikul beban tanggung jawab baik dalam hubungan keluarga maupun guru terhadap murid adalah juga penderitaan,
– Masih memiliki 5(lima) Skandha atau Panca-Skandha yang bekerja aktif adalah juga penderitaan,
(Panca-skandha adalah lima kumpulan penderitaan yang melekat pada jasmani kita yaitu:

1. Rupa : bentuk, tubuh, badan jasmani,
2. Sanna : pencerapan
3. sankara : pikiran,benruk-benruk mental,
4. vedana : perasaan
5. Vinnana : kesadaran.)

Secara singkat diuraikan Kesunyataan Yang Pertama seperti di atas dan sebagai tambahan: bahwa semua kehidupan dengan tidak ada terkecualinya, termasuk dalam panca-skandha adalah sesuatu yang menyedihkan dan dicengkeram oleh penderitaan, sesuatu yang tidak kekal, sesuatu yang tidak berpribadi, dan hampa adanya.

  • Apa itu Asal-mula derita atau penderitaan) (Samudaya) ?

– Idaman ini (trsna), yang menuju pada eksistensi yang diperbaharui, ditemani oleh nafsu keinginan rendah (tanha), yang mengambil kesenangan dalam berbagai obyek, di mana sebagai sebab dari kelahiran dan terlahir kembali (tumimbal lahir). Dikarenakan didorong oleh Tanha yang sangat kuat sekali pada pikiran, sebagai contoh : keinginan kita untuk memiliki apa yang kita inginkan, atau keinginan untuk melenyapkan semua keadaan yang kita benci atau tidak disukai. Dengan Tanha untuk kenikmatan dan kesenangan duniawi, haus dengan cinta, rakus dengan harta, gila hormat atau khilaf dengan kuasa atau kedudukan dikarenakan kemelekatan, kebodohan atau kegelapan batin (avidya), semua ini menyebabkan asal-mula derita.

Tanha atau nafsu keinginan rendah yang tiada habis-habisnya. Orang yang pasrah kepada Tanha sama saja dengan orang meminum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya.

Penjelasan tambahan bahwa Kesunyataan yang Kedua ini, mengajarkan bahwa semua penderitaan, atau dengan kata lain, semua kehidupan dikarenakan keinginan (tanha), dikarenakan nafsu keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kebodohan (moha), yang mengakibatkan Tumimbal Lahir dan penderitaan, yang menjelma sebagai gerak-gerik atau aktivitas dari badan, ucapan atau perkataan, dan pikiran. Tidak dapat mengerti dengan jelas bahwa segala sesuatu didunia ini adalah tidak kekal (anitya). Karena itu, Kesunyataan yang Kedua ini juga termasuk dalam pelajaran Karma dan Tumimbal Lahir, juga sebagai Hukum Sebab-Akibat Yang saling bergantungan (Hukum Pratitya Samutpada) dari semua lelakon kehidupan.

  • Apa itu Penghentian atau Lenyapnya derita/penderitaan (Nirodha)?

– Nirodha berarti Lenyapnya Penderitaan yang sama artinya dengan lenyapnya nafsu keinginan rendah (tanha) atau lenyapnya keinginan dari pikiran. Kalau Tanha dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan berbahagia sekali, karena telah terbebas dari semua kekotoran batin yakni Loba, Dosa, dan Moha.

Kesunyataan yang Ketiga ini mengajarkan tentang lenyapnya sama sekali mengenai “Aku” (atta) dan pembebasan diri dari Roda Samsara atau Roda Tumimbal lahir dan menuju Nirvana.

Penjelasan tambahan bahwa Kesunyataan yang Ketiga ini mengajarkan tentang lenyapnya sama sekali rasa “Aku” atau keinginan dari kehidupan, dan semua bentuk khayalan atau idaman yang berhubungan dengan itu, membersihkan segala kekotoran batin dari Loba, Dosa, Moha, yang sewajarnya harus ditujukan pada Pembebasan dari Tumimbal lahir dan Penderitaan, yaitu menuju tercapainya Nirvana.

  • Apa itu Jalan Menuju Lenyapnya atau Penghentian derita (Marga)?

Marga berarti Jalan untuk melenyapkan penderitaan, yaitu 8 (delapan) Jalan Utama (Hasta Arya Marga) : Pengertian yang benar, pikiran yang benar, berbicara yang benar, perbuatan yang benar, penghidupan yang benar, berusaha yang benar, perhatian yang benar, konsentrasi yang benar. Jalan beruas delapan ini memberikan petunjuk untuk menuju Pembebasan dari Penderitaan, dan pula mengandung praktek dari pelajaran Hyang Buddha.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: